METODA PENGOBATAN MENURUT RASULULLAH

dp bbm sakit flu gifNamanya juga manusia, tentu suatu waktu kita akan mengalami penurunan kondisi fisik. Penurunan itu menyebabkan kita sakit. Sakit merupakan suatu keadaan dari tubuh atau sebagian dari organ tubuh dimana fungsinya terganggu atau menyimpang sehingga menimbulkan gangguan aktivitas sehari-hari baik itu dalam aktivitas fisik, jasmani, maupun rohani.
Saat Allah menakdirkan kita untuk sakit, pasti ada alasan tertentu yang menjadi penyebab itu semua. Tidak mungkin Allah subhanahu wa ta’ala melakukan sesuatu tanpa sebab yang mendahuluinya atau tanpa hikmah di balik semua itu. Allah pasti menyimpan hikmah di balik setiap sakit yang kita alami. Sungguh tidak layak bagi kita untuk banyak mengeluh, menggerutu, apalagi su’udzhan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Karena setiap penyakit itu pasti ada obatnya.

Sabda Rasulullah SAW: “Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia turunkan penyembuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Ibnu Majah)

“Setiap penyakit itu pasti ada obatnya. oleh karena itu, barang siapa yang tepat dalam melakukan pengobatan suatu penyakit, maka dengan izin Allah Azza wa Jalla dia akan sembuh.”(HR. Muslim dalam Kitab as-Salaam, bab Li kulli Daa-in Dawaa wa Istihbabut Tadaawii, Hadits no. 2204).

Seiring perkembangan zaman, penyakit-penyakit semakin berkembang secara pesat, pengobatannya pun sangat beragam dan semakin modern. Lalu muncul pertanyaan, bagaimana pengobatan penyakit pada zaman Rasulullah SAW? Nah yuk kita simak pembahasan mengenai Metoda Pengobatan menurut Rasulullah.

Firman Allah : ” Sesungguhnya pada diri Rasul itu ada terdapat suri tauladan yang baik untuk kamu, bagi orang-orang yang mengharapkan Rahmat dan hari kemudian dan yang banyak yang memuja Allah ” ( Al Ahzab : 21)

Ada tiga metoda pengobatan yang diajarkan oleh Rasulullah saw, yaitu:
1. Metoda alamiah; menggunakan herbal atau tanaman obat sebagai pengobatan.
2. Metoda Ilahiah; pengobatan yang dilakukan dengan memanjatkan do’a kepada Allah swt agar diberikan kesembuhan karena segala penyakit tentunya berasal dari takdir Allah swt yang maha kuasa.
3. Metoda ilmiah; metoda yang diambil berdasarkan ilmu pengetahuan.

METODE ALAMIAH
1. Madu

Manfaat-Madu-Untuk-Kesehatan

“Dan makanlah oleh kamu bermacam-macam sari buah-buahan, serta tempuhlah jalan-jalan yang telah digariskan tuhanmu dengan lancar. Dari perut lebah itu keluar minuman madu yang bermacam-macam jenisnya dijadikan sebagai obat untuk manusia. Di alamnya terdapat tanda-tanda Kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mau memikirkan”.(QS. An-Nahl 16: 69)

“Barangsiapa meminum tiga sendok madu dalam tiga pagi saja dalam satu bulan, tidak akan terkena penyakit berat” (H.R. Ibnu Majah).

Madu dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala.Di antaranya untuk mengobati sakit perut, seperti ditunjukkan dalam hadits berikut ini:

“Ada seseorang menghadap Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata: ‘Saudaraku mengeluhkan sakit pada perutnya.’ Nabi berkata: ‘Minumkan ia madu.’ Kemudian orang itu datang untuk kedua kalinya, Nabi berkata: ‘Minumkan ia madu.’ Orang itu datang lagi pada kali yang ketiga, Nabi tetap berkata: ‘Minumkan ia madu.’ Setelah itu, orang itu datang lagi dan menyatakan: ‘Aku telah melakukannya (namun belum sembuh juga malah bertambah mencret).’ Nabi bersabda: ‘Allah Mahabenar dan perut saudaramu itu dusta8. Minumkan lagi madu.’ Orang itu meminumkannya lagi, maka saudaranya pun sembuh.” (HR. Al-Bukhari no. 5684 dan Muslim no. 5731).

Cara Nabi Muhammad SAW mengonsumsi madu bukan dengan meminum madu yang sudah dicairkan dengan air. Nabi mengambil madu lalu mengulum di mulutnya hingga lumer ketika bercampur dengan air liur. Madu yang mengandung fruktosa lebih baik dicampur dengan air liur agar mudah larut dan dicerna oleh lambung.
Mengkonsumsi madu di pagi hari bisa mencegah seseorang terkena sakit maag. Pada pagi hari perut kosong karena Nabi makan malam ringan sekitar jam 8 malam. Madu dapat melapisi dinding lambung sehingga Nabi SAW tidak terkena maag. Nabi saw biasanya makan malam dengan porsi yang sedikit. Untuk porsi makan yang lebih banyak Nabi biasa melakukannya ketika makan siang.

2. Air Zamzam
Air zamzam mengandung mineral delapan kali lebih besar dari air basa. Air ini bersifat alkalis. Namun, banyak kandungan garam dalam air zamzam tidak menyebabkan air ini terasa asin, justru sebaliknya, sedikit manis.
Manfaat air zamzam sangat luas membuatnya digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit. Para penerapi thibbun nabawiy pun memercayai air zamzam sebagai obat pilihan untuk penyakit yang belum diketahui secara jelas obatnya.

Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baiknya air di muka bumi adalah air zamzam. Dia bisa menjadi makanan yang mengenyangkan dan bisa menjadi obat penyakit.” Dalam Hadits lain, Rasulullah SAW bersabda, “Air zamzam bermanfaat bergantung pada niatnya.” Dalam sebuah hadis riwayat Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda,”Perbedaan antara kami dan orang-orang munafik adalah karena mereka tidak memperoleh kebaikan dari air zamzam.”

Nabi saw menjelaskan: “Sesungguhnya, air zam-zam ini air yang sangat diberkahi, ia adalah makanan yang mengandungi gizi”. Nabi saw menambahkan:“Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail”. (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).

Rasulullah (saw) pernah mengambil air zam-zam dalam sebuah kendi dan bekas dari kulit, kemudian membawanya kembali ke Madinah dan Air zam-zam itu digunakan Rasulullah (saw) untuk memercikkan kepada orang sakit dan kemudian disuruh meminumnya.

_52467905_52467898
3. Habbatussauda (Jintan Hitam)

jinten
“Hendaklah kau menggunakan jinten hitam karena sesungguhnya padanya terdapat penyembuhan bagi segala penyakit, kecuali kematian” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jintan hitam disebut sebagai obat dari segala penyakit karena mujarrab dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan. Dari penelitia terbaru, jintan hitam diketahui sebagai biji-bijian yang kaya kandungan asam lemak tak jenuh, antioksidan, dan berbagai bioflavonoid. Di samping itu, ratusan penelitian telah menunjukkan manfaat jintan hitam dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Jintan hitam bersifat panas dan kering pada derajat tiga sehingga cocok untuk membakar kelebihan lemak atau obesitas yang mempunyai sifat dingin dan basah.
Jintan hitam mengandung monosakarida rhamnose, xylose, dan arabinose, serta nonstarch polisakarida yang merupakan sumber serat. Kandungan 15 asam aminonya terdiri atas 8 asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh, termasuk arginin dan vitamin karotenoid. Asam amino esensial ini sangat penting bagi tubuh, tetapi tubuh tidak bisa membentuknya. Selain itu, jintan hitam juga mengandung kalsium, zat besi, potassium, asam lemak esensial tak jenuh (omega-3 dan omega-6), serta beberapa flavonoid yang bermanfaat sebagai antioksidan.
Habbatus sauda’ tersedia dalam beragam bentuk yang siap dikonsumsi, seperti minyak dan serbuk dalam bentuk kapsul. Minyak habbatus sauda’ sangat dianjurkab bagi pengobatan penyakit kulit, persendian, dan perncernaan. Minyak habbatus sauda’ yang baik kualitasnya beraroma sangat khas, yaitu pahit-pedas. Jika dirasakan, akan meniggalkan sedikit rasa getir pedas dan bau harum yang melekat di mulut selama beberapa jam.

4. Minyak Zaitun

Manfaat-Minyak-Zaitun-Untuk-Wajah
Sudah dijelaskan dalam beberapa hadits dan al-quran bahwa minyak zaitun mempunyai banyak kandungan yang bermanfaat bagi tubuh kita.

Firman Allah : “..yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya yaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak disebelah timur (sesuatu) dan tidak pula disebelah barat” (Qs. An Nur : 35).

Hadits dibawah ini menerangkan bahwa minyak zaitun itu adalah minyak yang berasal dari pohon yang diberkahi. Dari Abu Hurairoh radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda, “konsumsilah oleh mu sekalian minyak zaitun dan poleskan dengannya, karena sesungguhnya minyak itu berasal dari pohon yang diberkahi.” (HR. Ahmad III/149, At-Tirmidzi no.1851 dan Ibnu Majah no.3319, dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shahiih at Tirmidzi II/166).

METODA ILAHIAH
1. Ruqyah

ruqi

Ruqyah atau yang kita kenal dengan jampi-jampi merupakan salah satu cara pengobatan yang pernah diajarkan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammmad SAW. Ketika Rasullulloh sakit maka datang Malaikat Jibril mendekati tubuh beliau yang sangat indah kemudian Jibril membacakan salah satu doa sambil ditiupkan ketubuh Nabi, seketika itu Beliau sembuh. inilah doanya ” BismIlahi arqiika minkulli syai-in yu’dziika minsyarri kulli nafsin au-ainiasadin Alloohu yasyfiika bismIlahi arqiika ” .

Ada tiga cara yang dilakukan Nabi dalam Ruqyah:
a. Nafats
Nafats yaitu membaca ayat Al Qur’an atau doa kemudian di tiupkan pada kedua telapak tangan kemudian di usapkan keseluruh badan pasien yang sakit. Dalam satu riwayat bahwasanya Nabi Muhammmad SAW apabila beliau sakit maka membaca “Al-muawwidzat” yaitu tiga surat Al Qur’an yang di awali dengan kata ” A’udzu ” Yaitu : surat An Nas, Al Falaq dan Al Ikhlas kemudian di tiupkan pada dua telapak tangannya lalu di usapkan keseluruh badan.

b. Air liur yang di tempelkan pada tangan kanannya
Di riwayatkan oleh Bukhari-Muslim : Bahwasanya Nabi Muhammad SAW apabila ada manusia tergores kemudian luka ,maka beliau membaca doa kemudian air liurnya ditempelkan pada tangan kanannya, lalu diusapkan pada luka orang itu.Inilah doanya. “ALLAHUMMA ROBBINNAS ADZHABILBAS ISYFI ANTASY-SYAFII LAA SYIFA-A ILLA SYIFA-UKA LAA YUGODIRU SAQOMAN “.

c. Meletakkan tangan pada salah satu anggota badan.
Nabi Muhammad SAW pernah memerintahkan Utsman bin Abil Ash yang sedang sakit dengan sabdanya: ” Letakkanlah tangan mu pada anggota badan yang sakit kemudian bacalah “Basmalah 3x dan A’udzu bi-izzatillah waqudrotihi minsyarrima ajidu wa uhajiru 7x”

METODE ILMIAH
1. Bekam
Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah yang terkontaminasi toksin atau oksidan dari dalam tubuh melalui permukaan kulit ari. Dalam istilah medis dikenal dengan istilah ‘Oxidant Release Therapy’ atau ‘Oxidant Drainage Therapy’ atau istilah yang lebih populer adalah ‘detoksifikasi’. Pengobatan dan penyembuhan bekam atau hijamah yang dicontohkan oleh rasulullah saw, sudah dikenal diberbagai belahan dunia sejak dulu.

Diriwayatkan dari Imam Bukhari,dari Salma, pembantu Rasulullah SAW ia berkata, “Tidak ada seorang pun menemui Rasulullah SAW mengeluhkan sakit di kepalanya, melainkan Rasulullah SAW bersabda, ‘Berobatlah dengan bekam.’
Bekam atau hijamah menurut rasul dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit apapun, dalam sebuah hadis diriwayatkan “barang siapa yang berbekam tanggal 17, 19, dan 21 maka akan disembuhkan dari segala macam penyakit” (HR Tirmidzi)
Pengobatan dan penyembuhan dengan metode bekam telah diwasiatkan para malaikat kepada Rasulullah saw.
“bekam dapat menambah kecerdasan, kekuatan menghapal dan menambah hafalan orang yang menghafal.(HR Ibnu Majah).

Jenis jenis bekam/ hijamah yaitu :
1. Hijamah jaffah (bekam kering), hijamah hanya berupa cupping (penyedotan), yang berprinsip mengeluarkan angin dari tubuh. Bekam kering dibagi 3 macam yaitu bekam tarik, bekam luncur dan bekam magnit.

bekam-untuk-kecantikan
2. Hijamah Damawiyyah (bekam basah), hijamah dengan cara mengeluarkan darah dari kulit yang sudah dicupping (disedot) sebelumnya. Rasulullah hanya mengenal cara yang kedua dan tidak mengenal cara pertama, dan cara mengeluarkan darah ialah syarthoh (sayatan).

BekamReferensi :

Sayyid, Abdul Basith Muhammad. 2006. Rasulullah Sang Dokter. Solo : Tiga Serangkai
Assegaf, Muhammad Ali Toha. 2011. Buku Pintar Sehat Islami. Bandung: Mizania
http://www.pengobatan.com/khazanah_islamiah/kronologis_pengobatan_islam.html diakses tanggal 20 Juni 2016 pukul 4.12
http://perubatanrasulullah.blogspot.com/ diakses tanggal 20 Juni 2016 pukul 4.12